Kuliner lokal asli Bali itu kaya banget, sayang kalau kamu lewatkan

Ada satu hal yang nggak kami duga setelah delapan tahun tinggal di Bali: pulau ini masih bisa bikin kami kaget banget. Bukan karena pantai baru atau resort yang baru buka. Tapi karena… ulat, IYA! ulat sagu atau sago worm, dibakar di tusuk sate yang disodorkan seorang pencari di tengah hutan Payangan, waktu lebah tanpa sengat berdengung di atas kepala kami dan aroma rempah liar memenuhi udara. Kami memakannya, dan jujur aja? Itu awal mula kami benar-benar paham budaya kuliner Bali dengan cara yang selama delapan tahun makan di restoran nggak pernah bisa kasih.

Pulau ini terkenal dengan pura-puranya, pantainya, dan belakangan ini, scene restorannya (jangan lupa cek guide Fine Dining Bali kami ya). Hal yang sering nggak disadari itu adalah kekayaan di balik semua itu, pasar malam yang hidup setelah gelap, rumah-rumah keluarga di mana resep yang sama dimasak turun-temurun, sawah-sawah yang nggak cuma jadi dasar makanannya, tapi juga seluruh arsitektur spiritual kehidupan orang Bali. Buat pasangan yang mau nyari, Bali nawarin sesuatu yang kebanyakan destinasi honeymoon lain nggak punya: pengalaman kuliner yang benar-benar otentik, bukan versi makanan lokal yang dikemas untuk kenyamanan turis. Artikel ini bahas yang menurut kami worth it dan beneran bakal kami rekomendasiin ke teman dekat.

Mampir ke Pasar Malam

Ada satu suasana malam di Bali yang jarang banget wisatawan temuin. Ini adanya di pasar malam, tempat warga lokal udah kumpul-kumpul dari dulu banget setelah gelap, jauh sebelum turis datang dan lama setelah objek wisata tutup. Ini bukan pengalaman “night market” yang udah ‘diatur-atur’ khusus buat wisatawan, atau yang orang lokal juga sebut pasar malam. Ini tuh pasar makanan terbuka, tempat asap dari panggangan arang nyampur sama bau pisang goreng dan kelapa berbumbu, kursi plastik ditarik ke meja dadakan, dan tingkat kebisingannya tuh ramai riang sampai bikin pusing. Satu hal yang perlu kamu tahu nih: makan kenyang tuh harganya lebih murah dari secangkir kopi di tempat lain yang bakal kamu makan minggu ini.

Petualangan kuliner di Bali: rasa-rasa yang harus kamu coba Petualangan kuliner di Bali: rasa-rasa yang harus kamu coba

Yang utama tuh makanannya. Sate dengan segala macam jenisnya: ayam, babi, ikan cincang yang dililit serai terus dibakar di atas arang batok kelapa. Nasi campur, intinya nasi dengan lauk pauk apa aja yang bikin kamu ngiler malam itu: nangka muda bumbu, tempe goreng, kacang panjang bumbu, sepotong bebek crispy (premium). Ayam bakar atau bisa dibilang ayam panggang yang dibalut kecap manis dan kunyit. Pengen yang manis-manis? Kamu harus cobain Martabak, pancake isi yang bisa manis atau asin dan, menurut kita sih, ini salah satu street food paling top di Asia Tenggara yang underrated. Ke mana pun kamu pergi makan di restoran, mungkin kamu tahu salah satu makanan penutup namanya Pisang goreng atau fried banana. Kita saranin sih dimakan pas masih anget-angetnya, karena rasanya enak banget, di luar dugaan. Mau jus buah segar? Wajib banget pesen buat ngelengkapin makanan lain yang udah kamu beli. Rasanya sih nggak jauh beda sama jus di restoran, tapi ya bisa minta gulanya dikurangin atau tanpa gula biar lebih sehat dan kalau kamu gluten free.

Untuk pengalaman yang lebih otentik, kalian wajib cobain jajanan Bali yang warnanya itu nggak nunjukkin rasa aslinya. Meski manis, ini cukup sehat lho karena bahannya alami. Salah satu jajanan Bali atau cemilan tradisional Bali yang paling enak itu Laklak dengan gula aren dan ditambah Bubur Ketan sauce. Banyak resor bintang 5 malah nawarin afternoon tea gratis dengan jajanan Bali. Favoritnya itu Klepon, adonan dengan gula aren kelapa di dalamnya. Tapi hati-hati ya pas gigit, karena cairan gula arennya bisa muncrat keluar!

Buat pasangan, ngabisin malam di pasar malam itu salah satu hal paling otentik dan terjangkau yang bisa kalian lakuin di Bali. Kalian beneran ngerasain malam biasa orang lain. Jarang banget lho pengunjung bisa nemuin pengalaman kayak gini.

Pasar Malam Terbaik di Bali

Pasar Senggol Gianyar (Pasar Malam Gianyar)

Buat pengalaman kuliner yang seimbang dan seru, Pasar Senggol Gianyar atau Gianyar Senggol Market ini menonjol banget karena ukurannya pas, nawarin banyak banget pilihan tanpa ngilangin karakter lokalnya. Pasarnya ada di sepanjang jalan utama kota Gianyar dan mulai rame setelah jam 6 sore, narik para foodie dari seluruh pulau yang rela nyetir jauh cuma buat cobain Babi Guling (babi guling) yang legendaris, renyah, dan Ayam Betutu (ayam suwir) yang kaya rasa. Jaraknya sekitar 30 menit naik mobil dari Ubud, tapi coba cek Google Maps ya, karena lalu lintasnya sering macet di awal malam.

📍 Lihat di Google Maps

Pasar Kreneng & Pasar Badung (Kota Denpasar)

Untuk pengalaman yang seru dan ramai lainnya, kota besar Denpasar itu pusatnya hidup banget buat kalian yang mau ngerasain kehidupan kota ala Bali, dengan Pasar Kreneng atau Kreneng Market yang punya banyak jajanan kaki lima seru pas malam hari, dan Pasar Badung atau Badung Market yang buka 24 jam di pinggir sungai, ini lebih banyak makanan trendy buat anak muda. Di dekatnya, sepanjang Jalan Sulawesi, ada banyak toko kain yang jual bahan berkualitas tinggi. Pas banget buat oleh-oleh atau bikin baju couple kembaran. Denpasar ini lumayan dekat kalau kalian nginap di Seminyak atau Canggu (tapi sekali lagi, macetnya parah banget!)

Pasar Kreneng itu banyak banget jajanan lokalnya, paling asik dilihat pas malam hari. Pasar Badung itu pusat perdagangan tradisional yang gede banget, jualannya barang sama makanan Bali yang otentik. Letaknya persis di pinggir sungai, dan gak ada tiket masuknya.

📍 Pasar Kreneng di Peta   📍 Pasar Badung di Peta

Pasar Malam Sindhu (Sanur)

Di pantai selatan, Pasar Malam Sindhu di Sanur itu pasar terbuka yang bersih, rapi, dan ramah turis, cocok banget buat ‘pemula’. Tapi perlu diingat, tempatnya lumayan kecil. Di sini, kamu bisa nyobain kuliner lokal kayak Sate Ayam dan Martabak tanpa keramaian kota yang bikin pusing. Plus, semua orang di sini bisa bahasa Inggris! Lokasinya cuma 6 sampai 8 menit jalan kaki (sekitar 650m) dari Pantai Sindhu. Pasar ini gratis masuk dan buka setiap hari jam 4 sore, tapi waktu terbaik buat ke sana itu sekitar jam 6 sampai 7 malam, pas semua penjual udah siap. Kayak pasar malam lainnya di Bali, jangan harap yang mewah-mewah, ya. Kamu bakalan nemuin kursi plastik, lampu remang-remang, motor-motor, anjing jalanan, dan beberapa makanan Indonesia terenak yang bisa kamu makan cuma modal receh. Oh ya, biaya parkirnya juga murah banget (IDR 2 ribu buat motor dan IDR 5 ribu buat mobil).

Semacam food court terbuka yang lebih nyaman, bersih, dan gampang dijangkau—pasar ‘pemula’ paling pas buat kamu yang baru pertama kali nyoba. Paling cocok didatengin kalo kamu laper setelah seharian di Pantai Sindhu.

📍 Lihat di Google Maps

Klungkung Market (Bali Timur)

Satu lagi yang menarik di Bali Timur - tempat singgah yang bagus waktu balik dari Padangbai, tempat kalian bisa nemuin feri ke Gili Islands. Persis di seberang Kerta Gosa, Pasar Tematik Klungkung atau Tematik Klungkung Market ini punya kejutan besar: pasar street food yang tampil modern ala restoran, tapi harganya tetep murah banget kayak kaki lima. Lupain deh pasar yang sempit, panas, dan kotor kayak biasanya. Pusat kuliner yang baru direvitalisasi ini luas, bersih kinclong, dan estetik banget, cocok banget buat kencan santai tanpa pusing, biar kalian bisa nyaman berbagi sepiring Serombotan, campuran sayuran rebus legendaris Klungkung yang diaduk dalam saus kacang pedas dan kelapa parut sangrai gurih.

Cuma peringatan singkat buat kalian berdua: tingkat pedasnya di sini bener-bener asli, enggak diubah buat lidah Barat. Jadi, kecuali kalian berdua udah kuat banget sama pedasnya masakan Bali, siapin aja Jajan Pasar yang manis atau minuman dingin di dekat kalian buat nenangin lidah!

Berada persis di seberang monumen bersejarah Kerta Gosa dan nyaris enggak tersentuh pariwisata, ini pasar malam lux paling otentik di daftar ini.

📍 Lihat di Google Maps

Buat pasangan yang lebih suka ditemenin sama orang yang tahu mana yang enak dan harus pesan apa, BaliCulinaryTours.com nawarin tur pasar malam berpemandu yang bikin pengalaman kalian enggak pake nebak-nebak. Ini ngebantu kalian biar enggak kena Bali Belly sambil nyobain rasa-rasa terbaik yang kebanyakan turis enggak pernah rasain. Mereka nawarin tur ke pasar malam Gianyar dan Denpasar.

Mencari Bahan Makanan dengan Locavore NXT

Setelah delapan tahun di Bali, pendiri BaliHoneymoon.com, Olivia & Dirk, kirain udah tahu (dan cobain!) semua yang ada di pulau ini, tapi ternyata salah.

Locavore NXT bisa dibilang restoran fine dining terbaik di Bali, yang sepenuhnya pakai bahan-bahan lokal dalam pengalaman yang bener-bener nyatu (mulai dari lab fermentasi, gudang jamur, sampai kebun herbal di rooftop).

📍 Lihat di Google Maps

Kami udah tahu restoran ini, terkenal banget karena pakai bahan-bahan lokal, sesuai musimnya dan dengan keahlian yang tulus, pengalaman yang luar biasa pokoknya. Tapi kami belum coba pengalaman foraging-nya!

Ini nih gambaran pengalaman Locavore NXT. Ini nih gambaran pengalaman Locavore NXT.

Pengalaman ini dimulai dengan sarapan di Locavore NXT. Bukan sarapan hotel biasa, tapi sesuatu yang bener-bener Bali banget: ketan yang dibungkus daun dengan singkong, jagung, dan gula aren di dalamnya. Makanan ini aja udah ngasih sinyal kalau hari ini bakal beda. Selanjutnya, kalian nyetir ke utara, masuk ke daerah Buahan di utara Ubud (makin dekat ke pegunungan Kintamani). Makin ke utara, makin tinggi lokasinya dan makin drastis perubahan ekosistemnya. Tanah vulkanik, suhu lebih dingin, jenis tanaman yang beda banget. Pemandangan berubah, makanannya juga ikut berubah.

Jalur Foraging, Buahan & Payangan

Seorang forager lokal memandu Olivia & Dirk melewati perkebunan dan hutan di sekitar, di mana kami cobain madu lebah tanpa sengat, empat jenis markisa, macam-macam herbal yang tak terhitung jumlahnya, ulat sagu, dan jadi agak mabuk karena arak yang baru dibuat pakai gula aren.

📍 Lihat di Google Maps

Ini bukan cuma pemandu wisata yang nunjuk-nunjuk tanaman, tapi seseorang yang sudah menghabiskan hidupnya belajar tentang tumbuhan Bali luar dalam, sambil berbagi semua pengetahuannya. Ada banyak tanaman herbal yang belum pernah kami lihat, padahal sudah delapan tahun tinggal di sini. Banyak di antaranya punya khasiat obat yang sudah dipakai turun-temurun. Kami bahkan nemu daun hijau yang ngasih sensasi kebas kayak cabai secuan pedas di hotpot sungguhan.

Pengalaman ini ditutup dengan makan siang Cipat Cantok, versi lokal Gado Gado yang semua bahannya dicari atau ditanam di lokasi itu juga. Makan siangnya dijamu sama keluarga si pencari tumbuhan itu, di tengah hutan (chef-nya ternyata istri pemandu kami). Santai banget. Ramah banget. Kamu makan dikelilingi hutan. Begitu tahu kalau bahan-bahannya kebanyakan dipetik baru beberapa menit sebelumnya, rasanya jadi makin spesial.

Catatan praktis: Pesan jauh-jauh hari ya, karena tempatnya terbatas. Kami sangat menyarankan kamu gabungin ini sama makan malam di Locavore NXT malam sebelumnya. Kedua pengalaman ini saling melengkapi dengan cara yang benar-benar patut kamu jadwalkan.

Kelas Memasak di Bali

Bali itu penuh banget dengan kelas memasak, mulai dari program resort kayak pengalaman seru di The Menjangan diBali Barat, sampai dapur tersembunyi di tepi pantai dan workshop lokal. Tapi buat honeymoon kamu, jangan cuma mau itinerary yang biasa-biasa aja. Kamu berhak dapat pengalaman yang beneran worth it dan dijalankan oleh orang lokal yang passionate. Siap untuk memanaskan suasana? Cek rekomendasi kuliner terbaik kami untuk bikin perjalanan kamu makin seru dan nambahin romansa yang serius di menu.

Paon Cooking Class, Ubud

Diurus sama Puspa, perempuan Bali di rumah adat keluarganya. Mulai dengan kunjungan ke pasar pagi, lalu siapin Sate Lilit, Urap, kari Bali, dan banyak lagi di dapur terbuka.

📍 Lihat di Google Maps

Ini favorit pribadi kita, dan kita udah nyobain beberapa tempat. Paon ini diurus sama perempuan Bali yang nyulap umah-nya, rumah adat keluarganya, jadi cooking class. Kalian beneran jadi tamu di rumah orang, bukan cuma pelanggan di tempat wisata. Dimulai dengan kunjungan ke pasar pagi, di mana kalian beli bahan-bahan yang bakal dipake dan ini bukan cuma pajangan doang. Pas di kompleknya: Sate Lilit, Urap, kari Bali, Pisang Goreng, Sambal Matah, Gado Gado. Yang penting makanannya. Tapi yang bikin spesial itu dapur terbukanya. Kalian bakal berbagi momen seru ini sama rombongan kecil traveler lain, bukan cuma kalian doang di dapur. Terus, ada sesajen di sudut-sudut, suara pagi desa di sekitar kalian – itu yang bakal kalian inget.

Tips Booking: Booking duluan ya. Pesertanya terbatas, dan justru itu kenapa berhasil.

Cooking Class Hotel Tugu, Canggu

Buat kalian yang kira Canggu itu cuma beach club trendy dan bule-bule di motor berisik, coba deh ikutan cooking class di Tugu. Cuma semenit dari pantai Batu Bolong yang terkenal, hotel ini adalah warisan budaya, dibangun dengan seni dan budaya Indonesia. Terkurasi, berdesain modern, dan jadi oase otentik di tengah hiruk pikuk Canggu.

📍 Lihat di Google Maps

Kelas memasak Hotel Tugu terbuka buat tamu dari luar dan bener-bener otentik. Restoran ini udah melayani raja-raja dan presiden, sekarang giliran kalian yang jadi chef! Pilihan bagus nih buat kalian yang di Canggu, tapi harganya agak lebih mahal dibanding kelas masak lainnya.

Anandinii Farm to Table Cooking Class, Sidemen

Sidemen itu salah satu lembah paling indah di Bali, yang bener-bener masih jarang dikunjungi. Penuh dengan sawah terasering, sungai, dan Gunung Agung yang kelihatan dari kejauhan. Ini kelas yang meditatif, berbasis tumbuhan, cocok banget buat pecinta makanan otentik, baik yang vegan maupun non-vegan.

📍 Lihat di Google Maps

Buat pasangan yang pengen santai dan bernapas lega daripada harus menghadapi pagi yang sibuk lagi di Ubud, kelas yang meditatif dan berbasis tumbuhan ini bakal ngajak kalian panen bahan organik bareng di lembah Bali yang paling indah dan belum terjamah. Tapi lokasinya yang terpencil butuh perjalanan jauh kalo kalian gak nginep di deket situ, dan buat pecinta daging sejati, mungkin kalian bakal kangen masakan ayam dan ikan tradisional.

Rendang Cooking Class, Seminyak

Kelas skill yang fokusnya ngajarin cara bikin satu masakan aja: daging sapi yang dimasak pelan pakai santan dan bumbu rempah kompleks. Masakan ini asalnya dari Sumatera Barat.

📍 Lihat di Google Maps

Kelas ini fokus ke satu masakan aja. Salah satu masakan Indonesia favoritku adalah Rendang, atau daging sapi yang dimasak perlahan di santan dan bumbu-bumbu kompleks, aslinya dari kota Padang di pulau Sumatra, Indonesia (tapi orang Malaysia juga klaim ini masakan mereka lho), salah satu masakan paling menantang secara teknis dalam kuliner Indonesia. Kelas yang fokus dan berbasis keterampilan ini cocok buat pasangan yang mau pulang dan benar-benar bisa bikin masakan luar biasa ini lagi, walaupun pengalaman ini kurang romansa pemandangan hutan dan variasi masakan multi-menu. Tapi ya begitulah kenyataannya untuk kelas yang terletak di kota pantai Seminyak yang ramai.

Penting juga nih: banyak hotel di Bali yang nawarin kelas masak sebagai bagian dari program tamu mereka. Selalu cek sama tempat kamu nginap sebelum booking dari luar, karena ini pilihan yang gampang banget.

Pasar Pagi

Karena aku udah sebut pasar malam, sekarang saatnya bahas hal-hal yang orang butuhin tiap hari. Pasar pagi itu bukan warung makan. Di sanalah orang Bali beli bahan-bahan segar buat kebutuhan sehari-hari mereka. Sayur dan buah masih ada tanah dan embunnya. Ikat-ikatan bumbu. Bunga untuk sesajen. Ayam hidup. Semua kebutuhan materiil kehidupan sehari-hari orang Bali, diperjualbelikan dengan cepat dan berisik di antara orang-orang yang udah datang ke pasar yang sama ini sepanjang hidup mereka. Satu hal yang bikin aku kagum itu pas aku lihat pasangan yang nawar barang bareng sampai penjualnya nyerah. 😆

Pasar Pagi Lokal Favorit Pasar Pagi Lokal Favorit

Pasar Pagi Ada di Setiap Desa

Biasanya sudah beres jam 8 pagi, saat turis-turis masih pada tidur. Sayuran, rempah, bunga sesajen, ayam hidup – inilah kebutuhan pokok kehidupan sehari-hari orang Bali.

Tahukah kalian? Pasar-pasar ini biasanya sudah beres jam 8 pagi, saat turis-turis masih pada tidur. Bali itu sudah benar-benar hidup. Selama beberapa jam setiap pagi, pulau ini masih sepenuhnya milik orang Bali, dan menjelajahi suasana itu, meskipun sebentar saja, adalah cara paling dekat kalian bisa memahami Bali sebenarnya, di balik apa yang biasa ditunjukkan ke para wisatawan.

Pasar pagi ada di mana-mana. Setiap desa punya satu! Nggak perlu rencana khusus. Warna-warni, bau dupa bercampur buah tropis, transaksi yang terjadi di sekitar kalian dalam bahasa Bali – ini adalah jenis pengalaman yang nggak butuh biaya atau cuma sedikit, dan akan selalu kalian ingat.

Pengalaman Bertani Padi

Peringatan nih: yang ini bakal bikin tangan kalian kotor. Beneran. Tapi kalau ada satu pengalaman di Bali yang secara perlahan jadi hal yang akan terus dibicarakan pasangan setelah bulan madu selesai, ya ini dia.

Hubungan Bali dengan padi itu nggak cuma soal pertanian, tapi juga spiritual. Sistem irigasi subak, yang sudah berumur berabad-abad dan terdaftar di UNESCO, adalah sekaligus pencapaian teknik dan praktik spiritual. Pura-pura air mengatur kalender tanam. Siklus padi membentuk festival, persembahan, dan ritme kehidupan sehari-hari. Saat kalian melangkah ke sawah bersama, kalian melangkah ke dalam sesuatu yang sudah dianggap sakral oleh Bali selama berabad-abad. Ada sesuatu yang sangat intim di sana, dua orang, tangan di tanah yang sama, menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih tua daripada kalian berdua. 💞

Pengalaman ini sendiri itu berlumpur, fisik banget, dan sama sekali bukan kayak ke spa. Justru kontrasnya itu yang bikin spesial. Kalian bakal kerja bareng petani Bali, belajar ritme menanam atau panen, tergantung musimnya. Kalian bakal balik ke hotel capek beneran, kuku-kuku kotor kena tanah, dan ngerasain bahagia spesial yang cuma bisa didapat dari ngelakuin sesuatu yang ‘nyata’ bareng.

Pemulan Bali Farming & Firefly Night Tour, dekat Ubud

Ini gabungin pengalaman bertani padi sama makan malam dan tur kunang-kunang di malam hari. Siangnya ngerasain hal kuno, malamnya hutan jadi terang benderang.

📍 Kunjungi Pemulanbali.com

Rekomendasi dari kami: Pemulanbali.com dekat Ubud ini gabungin pengalaman bertani padi sama makan malam dan tur kunang-kunang di malam hari. Kombinasinya itu romantis banget, kayak nggak adil gitu. Soalnya kalian siangnya bisa nyatu sama hal kuno dan alami, terus malamnya nonton hutan yang jadi terang benderang. Apalagi buat pasangan bulan madu, bagian kunang-kunangnya itu momen yang nggak bisa difoto tapi bakal terus nempel di hati, kayak momen-momen terbaik lainnya, bisa kita bilang diam-diam, buat waktu yang lama.

Sababay Winery: Wine Khas Bali

Jujur aja, pas pertama kali kami ke Sababay, itu lebih karena penasaran. Wine di Bali? Kami nggak berharap banyak. Kami di sana sampai dua jam, pulang bawa sebotol rosé mereka, dan sejak itu udah kami rekomendasiin ke hampir semua pasangan yang kami ajak ngobrol.

Sababay Winery, Gianyar

Udah bikin wine dari anggur Bali lokal sejak 2010. Tur berpemandu bakal ajak kamu jalan-jalan dari kebun anggur sampai ke gudang penyimpanan dan proses pembotolan, plus ada sesi icip-icip wine putih kering, rosé, sparkling, sama merah. Winery-nya ada di jalanan yang ngikutin pesisir timur dari Denpasar, kira-kira 45 menit dari Ubud atau Sanur.

📍 Kunjungi Sababaywinery.com

Sababay Winery udah bikin wine dari anggur Bali lokal sejak 2010, dan ternyata beberapa di antaranya udah dapet penghargaan juga lho! Winery-nya ada di Kabupaten Gianyar, di sepanjang pesisir timur yang lebih kering. Iklim di sini ternyata cocok banget buat budidaya anggur. Tur berpemandu bakal ajak kamu liat langsung semua prosesnya, dari kebun anggur sampai gudang penyimpanan dan botolnya. Plus, kamu bisa icip-icip rangkaian wine andalan mereka: wine putih kering, rosé, sparkling, sama merah. Rasa wine-nya nggak kayak wine Eropa dan emang nggak berusaha jadi gitu. Rasanya tuh kayak anggur tropis yang ditanam di tanah vulkanik sama orang-orang yang udah belasan tahun cari tahu gimana cara bikin ini yang bener. Nah, itu dia yang bikin menarik dengan caranya sendiri.

Nyeruput Asmara: Olivia & Dirk lagi nikmatin piknik romantis yang udah disiapin setelah keliling pabrik. Nyeruput Asmara: Olivia & Dirk lagi nikmatin piknik romantis yang udah disiapin setelah keliling pabrik.

Untuk pasangan, ada dua pengalaman yang kita rekomendasiin. Yang pertama, Sip of Love. Ini paket khusus pasangan dari Sababay. Kalian diajak tur private winery, terus piknik romantis di taman tropis mereka. Ada empat jenis wine dipadu sama platter cokelat buatan artisan lokal. Dua jam, santai aja, cuma kalian berdua di taman yang beneran kerasa jauh dari keramaian turis. Ini yang bakal kita booking dan jadi checklist wajib kita di Romantic Activities in Bali.

Yang kedua, Tour and Dine. Tur winery-nya sama, tapi bukan piknik, ini diakhiri sama full set menu di taman: hidangan utama dan penutup yang dipaduin sama tiap wine. Cocok buat pasangan yang lebih suka duduk di meja yang proper, atau yang mau ngabisin sorenya dengan santai dan datang dalam keadaan beneran lapar.

Saran lain kalau kalian mau yang agak lebih ringan sebelum memutuskan paket lengkap, Wine Down in the Garden ini sesi tasting santai yang dipandu staf mereka: empat wine, nggak buru-buru, pemandangan taman. Ini pilihan yang pas kalau kalian mepet waktu atau cuma mau coba-coba, apa wine Bali itu selera kalian, sebelum kalian stay lebih lama.

Tips booking: Semua paket jalan tiap hari dan bisa langsung kamu booking lewat sababaywinery.com. Pesan setidaknya sehari sebelumnya ya, apalagi yang Sip of Love itu cepet penuh. Sababay ini lokasinya di jalan pesisir timur, antara Ubud sama pantai. Jadi gampang banget buat kamu tambahin ke jadwal Bali tengah seharian, atau jadi aktivitas sore yang tenang setelah kamu seru-seruan foraging di Locavore NXT pagi harinya.

Pengalaman-pengalaman yang kita bagi di sini itu beneran yang kita suka banget dan masih sering kita datangi lagi. Tapi, milih yang pas buat honeymoon kalian, kayak waktu yang tepat, kombinasi yang pas, mau foraging sebelum atau sesudah makan malam di Locavore NXT, nah di situ kita bisa bantu banget lho! Kalau kalian lagi nyusun perjalanan dan pengen rekomendasi yang pas buat kalian, langsung aja hubungi kita ya. Memang ini dia gunanya kita ada di sini. 💜

Kami Olivia & Dirk

Hai! Website ini kami susun dengan hati-hati, dari pengalaman kami sendiri plus pengalaman tim BaliHoneymoon.com. Sebagai pasangan, kami sudah 8 tahun tinggal di Bali, dan jatuh cinta sama pulaunya. Kami sudah jelajahi setiap sudut Bali, apalagi tempat-tempat romantis ;-). Artikel kami memang ada tautan afiliasi, tapi kamu bisa percaya: kami cuma rekomendasikan yang kami sendiri suka.

Kami bisa bantu bulan madu kalian jadi pas:
🧡 Cek paket bulan madu Bali kami untuk bulan madu romantis yang santai.
🧡 Biarkan kami rancang itinerary khusus sesuai minat kalian.
🧡 Pesan pengalaman romantis yang unik bersama kami.

Baca lebih lanjut tentang BaliHoneymoon.com dan tim lokal kami di Bali.