Air Terjun Terbaik di Bali: Cara Memilih yang Cocok Buat Kamu

Ada sisi Bali yang jarang banget masuk itinerary kebanyakan orang: berdiri di bawah curahan air yang kayak tirai, di antara dinding hutan, kabutnya terasa di kulit, suara burung berkicau, bukan klakson motor, dan nggak ada beach club sama sekali. Banyak pasangan honeymoon yang nanya kami soal β€œair terjun terbaik di Bali” seolah-olah cuma ada satu jawaban yang benar. Dan jawaban jujur dari kami selalu sama: itu tergantung seberapa jauh kamu mau jalan kaki dan seberapa banyak orang yang mau kamu ajak berbagi tempat itu.

Kanto Lampo: Air Terjun di Bali yang *worth it* banget, asal kamu mau sedikit usaha turun tangga Kanto Lampo: Air Terjun di Bali yang worth it banget, asal kamu mau sedikit usaha turun tangga

Secara umum, ini semua kembali ke soal geologi: Gunung-gunung vulkanik Bali kebanyakan ada di utara, dan setiap sungai yang mengalir dari lereng-lereng itu ke arah pantai pada akhirnya akan ketemu tebing buat terjun. Makanya Bali Utara punya air terjun paling dramatis di pulau ini. Bali Tengah di sekitar Ubud mungkin nggak sedramatis itu tapi lebih gampang diakses, makanya air terjun di sana biasanya paling ramai. Di Bali Selatan, cuma ada satu air terjun yang layak banget kamu kunjungi.

Satu hal yang sering bikin orang kaget, terutama turis dari Eropa, adalah hampir semua air terjun di daftar ini mengenakan biaya masuk. Biasanya, desa setempat yang bangun dan rawat tangga, tempat parkir, dan jalan setapaknya, dan biaya itu dipakai buat menjaga tempatnya tetap aman dan nyaman buat dilewati. Buat yang datang dari negara-negara di mana alam itu gratis buat dijelajahi, ini memang sering bikin tamu-tamu kami kaget. Tapi menurut kami, ini sebanding kok dengan tangga-tangga yang nggak bakal ambruk waktu kamu injak.

Kami sudah kelompokkan panduan ini berdasarkan wilayah dan gaya liburan di bawah, soalnya tergantung kamu lagi nyari jalan kaki yang serius, berenang, spiritual reset, atau foto Instagram yang bersih tanpa nunggu dua jam. Dan kalau air terjun cuma jadi rencana cadangan waktu hujan daripada acara utama, panduan pantai terbaik di Bali dari kami bakal bahas soal pantai-pantainya.

Air Terjun Bali Utara, Yang Paling Dramatis Kalau Kamu Nggak Keberatan Nyetir Jauh

Sekumpul & Jalur Air Terjun Munduk

Air terjun di sekitar Sekumpul dan area Munduk itu letaknya dua sampai tiga jam dari Bali Selatan. Ini bikin pengunjungnya nggak terlalu ramai dan pemandangannya masih asli banget. Kalau kamu sudah menginap di Munduk atau Lovina, anggap aja ini halaman belakang rumah kamu buat jelajah air terjun seharian penuh.

1. Sekumpul, Bali Utara

Sekumpul itu satu-satunya air terjun di daftar ini yang menurut kita wajib banget kamu datengin, dan juga yang paling bikin kamu berjuang buat nyampenya. Dari area parkir, kamu akan turunin tangga panjang banget, nyebrang sungai, terus lewat jalur hutan sebelum sampai di bale (gazebo terbuka) baru deh kelihatan air terjunnya: beberapa aliran terpisah yang jatuh dari tebing ke satu kolam bareng, saking deketnya, nggak ada satu foto pun yang bisa nangkep semuanya. Ada tambahan baru nih, restoran gantung yang dibangun di tebing dekat pintu masuk, ini bikin perjalanan yang biasanya berakhir dengan naik motor pulangnya keringetan, sekarang jadi bisa makan siang sambil lihat pemandangan.

βœ“ Yang Bagus ⚠ Perlu Kamu Tahu
Gazebo buat lihat pemandangan ini cukup gede, jadi jarang keramaian pas foto, meskipun jalur utamanya ramai Tangga ratusan langkah pulang-pergi, paling bikin capek di antara air terjun lain di daftar ini
Meja restoran cepat penuh di akhir pekan, kalau hari biasa biasanya nggak perlu antre Pedagang pinggir jalan kadang nawarin paket pemandu β€œwajib” yang kemahalan, tunggu aja sampai loket tiket resmi
Cahaya terbaik buat foto itu sejam pertama setelah buka, sebelum kabutnya hilang Bawa sepatu yang pas ya, tangganya bisa licin kalau jalur hutannya basah

πŸ“ Lihat di Google Maps

2. Aling Aling, Bali Utara

Ini salah satu air terjun favorit kita di Lovina. Kalau Sekumpul buat yang mau lihat air terjun aja, nah, Aling Aling ini buat yang mau nyebur/lompat langsung! Air terjun utamanya sendiri itu suci, jadi nggak boleh buat berenang. Tapi jalurnya lanjut ke tiga air terjun lagi, di sana ada guide lokal yang bakal kasih kamu life vest dan nemenin kamu buat cobain cliff jump dari berbagai ketinggian, plus ada seluncuran batu alami yang serunya kebangetan! Tahun lalu, kita sempat kirim beberapa anak magang ke sini, pulangnya mereka gosong, happy banget, dan sedikit memar-memar tapi itu justru seru!

βœ“ Yang Oke ⚠ Perlu Tahu
Sesi full guide di keempat air terjun biasanya makan waktu sekitar dua jam Batu-batu di antara air terjun bisa licin, pakai water shoes lebih nyaman daripada sandal jepit di sini
Gampang digabung sama Banyumala atau Gitgit di hari yang sama, semuanya ada di sudut Bali Utara yang sama Rombongan sekolah atau bus tur biasanya datang siang, pagi-pagi lebih tenang
Guide-nya orang lokal yang terlatih, beberapa sudah puluhan tahun kerja di sini Air terjun utamanya yang suci itu nggak boleh buat berenang, jangan coba-coba ya!

πŸ“ Lihat di Google Maps

3. Air Terjun Kembar Banyumala, Bali Utara

Banyumala terbagi jadi dua aliran air yang jatuh ke kolam barengan yang dikelilingi hutan, dan tempatnya lebih sepi dibanding yang lain di daftar ini, padahal sama-sama cakep buat difoto. Kalau kamu lagi di area sana, Air Terjun Gitgit bisa banget jadi tambahan lima belas menit. Lebih tinggi dan airnya lebih deras dari Banyumala dan jalannya cuma lewat jalur paving pendek, tapi biasanya lebih banyak pengunjung harian dan pedagang di pinggir jalan yang nawarin paket air terjun macem-macem yang sebenernya nggak kamu butuhin.

βœ“ Yang Oke ⚠ Perlu Tahu
Satu sisi kolamnya tetap sejuk buat berenang beneran, bahkan pas siang bolong Jalan kaki turun sekitar lima belas menit itu ada tangga yang licin kalau habis hujan, jadi sepatu yang layak itu penting
Ada warung kecil dekat parkiran yang jual minuman sama snack kalau kamu nggak bawa apa-apa Di Gitgit, siap-siap aja ketemu banyak pedagang di pinggir jalan yang nawarin paket air terjun macem-macem yang kamu nggak perlu

πŸ“ Banyumala di Google Maps

πŸ“ Gitgit di Google Maps

Bali Tengah, Air Terjun Dekat Ubud

Jalan-jalan Belakang Ubud & Kintamani

Air terjun yang dekat Ubud itu yang paling sering dikunjungi pasangan honeymoon, soalnya pas banget buat itinerary setengah hari bareng sawah-sawah atau ikut kelas masak. Risikonya sih ramai, apalagi di dua tempat yang paling sering nongol di Instagram.

4. Kanto Lampo, Dekat Ubud

Kanto Lampo itu lebar, nggak dalam, dan airnya ngalir di atas batu-batu bertingkat yang bikin dia jadi salah satu spot air terjun paling fotogenik di Bali, nah ini dia masalahnya. Datang setelah jam 10 pagi, kamu bakal antre buat giliran di spot foto ikonik itu, kadang sampai tiga puluh menit atau lebih.

βœ“ Yang Enak ⚠ Perlu Tahu
Gampang diakses dari Ubud, pas banget buat itinerary setengah hari bareng sawah-sawah terasering Datang sebelum jam 9 pagi kalau kamu mau tempatnya sepi, setelah jam 10 pagi siap-siap antre panjang (cek update ramai di gmaps)
Jalannya datar, dekat, beda banget sama air terjun lain di Bali tengah Bawa sepatu air ya, batunya tajam dan licin, pasti basah deh

πŸ“ Lihat di Google Maps

5. Tukad Cepung, Dekat Ubud

Tukad Cepung beda dari air terjun yang cuma bisa difoto dari jauh, yang ini kamu harus masuk langsung ke dalam. Letaknya di dalam canyon batu yang sempit, dan di pagi hari yang cerah, sinar matahari menembus dari atas, bikin percikan airnya jadi kelihatan keren banget, beda dari yang lain di Bali.

βœ“ Yang Enak ⚠ Perlu Tahu
Dinding canyon-nya bikin udara di dalam lebih sejuk dari luar, enak banget buat ngadem dari panas Ramainya hampir sama kayak Kanto Lampo, datang pas jam buka biar kamu bisa nikmatin sinar cahaya itu sendirian
Ketinggian air biasanya cukup rendah, gampang buat jalan sampai dasar tanpa harus nyebur Paling bagus pas pagi hari yang cerah, kalau mendung nggak bakal ada sinar cahaya itu

πŸ“ Lihat di Google Maps

6. Suwat, Dekat Ubud

Kita sih belum sempat ke Suwat sendiri ya, tapi semua yang diceritain pengunjung itu cocok banget: kolam warna biru toska yang ngumpet di formasi batu kayak gua. Yang bikin spesial, bamboo raft yang ngambang di sini jauh lebih tenang dibanding tetangga-tetangganya yang lebih terkenal. Kamu bisa renang atau foto-foto bamboo rafting, itu paling asyik deh. Dan iya, di sini nggak ada cliff jump.

βœ“ Yang Asyik ⚠ Perlu Tahu
Formasi batunya bikin kolam ini teduh hampir sepanjang hari Fasilitasnya nggak sebanyak tempat lain yang udah berkembang di daftar ini, jadi bawa perlengkapan sendiri ya
Bamboo raft di kolamnya bikin kamu bisa dapat foto air terjun jarak dekat yang nggak bakal kamu temukan di tempat lain di daftar ini Lokasinya deket sama Tibumana dan Goa Gajah, kebanyakan orang gabungin ini jadi satu rute keliling Bali tengah yang lebih luas

πŸ“ Lihat di Google Maps

7. Tibumana, Dekat Ubud

Kita sih belum pernah ngerasain di bawah air terjun Tibumana sendiri juga ya, tapi kebanyakan ulasan pengunjung selalu bilang hal yang sama: air terjunnya bersih, cuma satu aliran aja, jatuh ke kolam yang tenang, dan bisa dicapai dengan jalan santai menuruni tangga yang terawat rapi, lewat sawah sama jembatan bambu.

βœ“ Yang Asyik ⚠ Perlu Tahu
Jembatan bambu di sepanjang jalan itu bikin spot foto paling cantik di daftar ini Parkirnya terbatas di dekat pintu masuk, jadi dateng pagian ya kalau weekend
Populer buat wisatawan yang pengen renang tanpa keramaian Kanto Lampo atau adrenalin Aling Aling Beberapa reviewer bilang airnya bisa keruh setelah hujan, jadi musim kemarau lebih baik buat kamu

πŸ“ Lihat di Google Maps

8. Manuaba, Dekat Ubud

Manuaba adalah satu lagi yang belum kami datangi langsung, tapi selalu disebut-sebut sebagai jalan memutar yang sepadan: bukan cuma satu air terjun, tapi dua, dihubungkan dengan jalan kaki singkat lewat ngarai sempit, dengan sawah-sawah membentang ke arah Gunung Agung di sepanjang jalan. Penduduk lokal menganggap tempat ini sakral, terkait dengan mitologi lokal seputar dewa penjaga Danau Batur.

βœ“ Yang Asyik ⚠ Perlu Tahu
Kalau kamu kurang suka keramaian di Tegenungan atau Kanto Lampo, ini pilihan yang lebih tenang Di lokasi belum ada fasilitas, jadi bawa air dan camilan ya
Kedua air terjun ini nggak terlalu tinggi dan kolamnya dangkal, jadi aman buat main air Petunjuk arahnya minim, mendingan pastiin dulu jalurnya sama driver kamu sebelumnya

πŸ“ Lihat di Google Maps

9. Pelisan, Antara Ubud dan Kintamani

Ini rekomendasi rahasia kami, dan jarang banget kami lihat di guide lain. Pelisan ada di jalan belakang antara Ubud dan Kintamani, airnya mengalir langsung dari mata air gunung ke kolam dangkal tanpa banyak orang di sekitar buat dibagiin. Memang nggak akan menang penghargaan tinggi atau dramatis, tapi kalau yang kalian mau itu foto yang semua orang dapat di tempat populer, tanpa antre dan keramaian, di sini kalian dapat.

βœ“ Hal Keren ⚠ Perlu Tahu
Airnya sejuk, dangkal, jadi nyaman banget buat nyebur sebentar, bahkan siang bolong Petunjuk jalannya minim, baiknya sih konfirmasi rute sama driver atau GPS kamu dulu
Gampang digabungin sama rute ke viewpoint Kintamani karena persis di jalur itu Nggak ada warung atau fasilitas lain di dekatnya, ini cuma tempat mampir, bukan tujuan buat berlama-lama

πŸ“ Lihat di Google Maps

10. Pengalaman Spiritual, Beji Griya di Bongkasa

Beji Griya di Bongkasa ini sebenarnya bukan cuma tempat air terjun biasa, ini lebih ke melukat (ritual pembersihan diri) plus air terjun, dan baiknya sih kamu anggap begitu dari awal. Tiket masuknya sudah termasuk sarung, sesajen, pemandu, dan seorang pemuka agama yang akan nemenin kamu melewati serangkaian doa dan siraman air suci buat membersihkan energi negatif, terus diakhiri dengan nyebur di bawah air terjunnya. Buat banyak pengunjung, ini tuh beneran bikin terharu, tapi di beberapa tempat juga terasa banget turisnya, dengan tambahan pengalaman kayak baca garis tangan yang rasanya lebih kayak jualan daripada tradisi. Kalau ritual melukat kayak gitu kedengarannya cocok buat pagi kamu, panduan wellness kami juga bahas spa dan pemandian air panas di Bali lho. Saran kami: pesen aja paket melukat yang standar dan nggak usah ambil tambahan-tambahan lainnya. ❀️

βœ“ Yang Bagus ⚠ Perlu Tahu
Acaranya sendiri sekitar 45–60 menit, gampang banget diselipin di pagi hari di Ubud Bawa baju ganti ya, kalian bakal basah kuyup di prosesi rendaman terakhir
Cocok banget digabung makan siang di Ubud setelahnya, jaraknya juga dekat dari pusat kota Foto saat upacaranya sendiri terbatas demi menghormati, rencanain aja foto sebelum atau sesudahnya

πŸ“ Lihat di Google Maps

11. Sidemen, Kolam Bertingkat Air Terjun Gembleng

Gembleng, yang tersembunyi di lembah Sidemen, bukan cuma satu air terjun dramatis, tapi lebih ke tiga kolam yang nyambung dan berundak menuruni bukit. Masing-masing berfungsi juga sebagai kolam infinity alami dengan pemandangan sawah terasering di bawahnya. Masuknya berdasarkan donasi sukarela, bukan tiket masuk tetap. Dan ada restoran kecil di puncak yang sepadan dengan usaha mendaki lebih jauh cuma buat pemandangannya aja. Masalahnya, kolam paling atas, yang paling bagus buat foto, jadi lumayan populer sampai-sampai kalian mungkin harus antre di sore hari yang ramai. Pergi pagi-pagi, atau anggap aja nunggu itu alasan buat nongkrong lebih lama di restoran dulu.

βœ“ Yang Bagus ⚠ Perlu Tahu
Kolam tengah biasanya yang paling sepi dari ketiganya kalau kolam atas lagi antre Tangga antar kolam ada yang tidak rata di beberapa tempat, nggak pakai sandal justru lebih enak
Gampang banget digabung sama seharian jelajah lembah Sidemen dan tempat lihat pemandangan sawah terasering lainnya Nggak ada ruang ganti di lokasi, jadi siap-siap aja kalau mau berenang

πŸ“ Lihat di Google Maps

12. Bali Selatan, Air Terjun Tegenungan

Kalau kalian nginep di Bali Selatan dan nggak mau nyetir dua jam cuma buat ke air terjun, Tegenungan ini nih yang wajib kamu tahu. Ini air terjun gede paling gampang diakses di pulau ini, ada tangga panjang turun ke kolam di bawahnya, di mana berenang di sana enak banget waktu musim kemarau. Dan biar jelas ya, kalian nggak perlu booking apa-apa buat liat air terjun ini: cukup beli tiket masuk biasa di gerbang utama, kalian udah bisa turun ke air terjunnya sendiri, nggak harus lewat day club. Jujur aja, kekurangannya ya rame banget, ini memang salah satu tempat pemberhentian tur bus, dan baru-baru ini udah ditambahin jembatan kaca di atas sebagian jurangnya buat yang pengen sensasi beda waktu foto-foto.

Buat yang pengen nikmatin pemandangan yang sama tapi lebih nyaman, OMMA Day Club ada persis di sebelah air terjun, dengan infinity pool yang langsung menghadap ke curahan airnya, plus ada lift yang bikin kalian nggak perlu capek turun terlalu banyak tangga. Dengan minimum spend, kalian bisa akses kolam renang sama makan siang, dan ini cara gampang buat nikmatin Tegenungan tanpa harus bolak-balik naik turun tangga pas siang terik. Anggap aja OMMA itu upgrade-nya, bukan satu-satunya cara buat masuk.

βœ“ Yang Oke ⚠ Perlu Tahu
Lift di OMMA bikin wisatawan yang lebih tua atau yang ada masalah lutut tetap bisa nikmatin pemandangan Jembatan kaca dan Bali swing itu harga tambahannya pisah dari tiket masuk air terjun
Arus di kolam bawah itu cukup tenang buat yang nggak bisa berenang tapi pede, beda sama beberapa tempat di Bali tengah Parkiran cepet penuh pas weekend sama hari libur nasional Indonesia

πŸ“ Cek di Google Maps

Nah, Air Terjun Mana Nih yang Sebaiknya Kalian Kunjungi?

Kalau kalian cuma punya waktu buat satu dan lagi ngejar pemandangan paling spektakuler, pergi aja ke Sekumpul terus gabungin sama makan siang di restoran gantungnya.

Kalau mau berenang plus sensasi adrenalin beneran, Aling Aling. Buat foto Instagram tanpa antre, Pelisan jawabannya dari kita.

Cari yang lebih bikin merenung daripada sekadar pemandangan indah, Beji Griya. Dan kalau kalian nginep di Bali Selatan dan gak mau ngabisin seharian cuma buat ke sana, Tegenungan plus makan siang panjang di OMMA pas banget buat kalian.

Pilih yang mana aja, pasangin sama nginep semalam di Munduk atau seharian santai di sekitar Ubud biar perjalanan kalian terasa jadi bagian dari liburan, bukan cuma capek doang. πŸ’œ

Pertanyaan yang Sering Banget Ditanya ❓️

Semua air terjun di Bali, apa harus bayar tiket masuk?

Hampir semua, iya. Biaya masuknya biasanya dikumpulin sama desa setempat yang ngurusin tempatnya, dan sering banget berubah. Makanya kita nggak nyantumin harga pastinya di sini, tapi siap-siap aja kok, biaya masuknya lumayan murah di setiap tempat di daftar ini.

Air terjun Bali mana yang paling enak buat berenang?

Di Aling Aling sama Suwat, kamu bisa berenang dan *cliff jumping* beneran. Kolam di bawah air terjun Tibumana sama Tegenungan juga bisa buat berenang pas musim kemarau, dan di sisi Banyumala yang lebih tenang juga asyik.

Air terjun mana dekat Ubud yang paling sepi?

Pelisan, Suwat, sama Manuaba itu pilihan terbaik buat kalian. Kanto Lampo sama Tukad Cepung sih sama-sama wajib dikunjungi, tapi beneran ramai banget setelah jam sepuluh pagi ke atas.

Masih bingung air terjun mana yang cocok sama itinerary kalian? Panduan pantai terbaik kita pas banget kalau digabungin sama ini buat hari-hari di mana kalian lebih milih ke pantai. Dan kalau kalian lebih suka serahin perencanaannya ke orang yang udah hafal tiap air terjun di daftar ini, nah, itu persis banget gunanya jasa perencanaan honeymoon Bali dari kita. πŸ’œβœ…οΈ

Kami Olivia & Dirk

Hai! Website ini kami susun dengan hati-hati, dari pengalaman kami sendiri plus pengalaman tim BaliHoneymoon.com. Sebagai pasangan, kami sudah 8 tahun tinggal di Bali, dan jatuh cinta sama pulaunya. Kami sudah jelajahi setiap sudut Bali, apalagi tempat-tempat romantis ;-). Artikel kami memang ada tautan afiliasi, tapi kamu bisa percaya: kami cuma rekomendasikan yang kami sendiri suka.

Kami bisa bantu bulan madu kalian jadi pas:
🧑 Cek paket bulan madu Bali kami untuk bulan madu romantis yang santai.
🧑 Biarkan kami rancang itinerary khusus sesuai minat kalian.
🧑 Pesan pengalaman romantis yang unik bersama kami.

Baca lebih lanjut tentang BaliHoneymoon.com dan tim lokal kami di Bali.